<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877</id><updated>2011-08-27T04:46:27.306-07:00</updated><title type='text'>Coretan Kecil yang Menjadi Karya Besar</title><subtitle type='html'>~mulai dari hal yang sederhana~</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-9114252450119849331</id><published>2010-11-29T14:37:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T15:17:40.221-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Tidur Panjang Ashabul Kahfi</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;7 Oktober 2006, sebuah musibah menimpa seorang pengusaha muda Jepang  berusia 35 tahun, Mitsutaka Uchikoshi. Ia terjatuh &amp;amp; mengalami  cedera kepala ketika sedang berlibur di gunung Rokko, Jepang. Ia  dinyatakan hilang. Seorang pendaki gunung akhirnya berhasil menemukan 24  hari kemudian dalam hipotermia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditemukan korban dalam kondisi patah tulang panggul, denyut nadinya  tak terdeteksi, suhu badan drop hingga 22°C, organ-organ vital tidak  menunjukkan aktivitas dan ditambah pula dengan kehilangan darah cukup  banyak.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa bayangkan apa yang terjadi terhadap seseorang yang hilang  ditelan bumi selama 24 hari di tengah gunung bersalju?? Tewas? Tentu itu  dugaan banyak orang. Tetapi Allah SWT berkehendak sebaliknya.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melampaui masa kritisnya, Uchikosi kembali pulih 100% seperti sediakala.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia (Uchikosi) masuk ke dalam kondisi yang serupa dengan hibernasi.  Fungsi organnya melambat, tetapi otaknya terlindung &amp;amp; dalam kondisi  baik. Saya yakin kemampuan otaknya bisa pulih 100%” ujar Dr Shinichi  Sato.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus serupa pernah terjadi pula di Kanada menimpa seorang balita, Erika  Nordby. Ia terjebak di luar rumah dalam suhu mendekati 0 derajat  Celcius &amp;amp; ia ditemukan oleh ibunya dalam kondisi hampir membeku.  Jantungnya berhenti berdetak selama 2 jam &amp;amp; suhu tubuhnya drop  hingga 16 °C. Akan tetapi akhirnya bisa pulih kembali.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter yakin jika misteri ini bisa dipecahkan maka teknologi  hibernasi pada manusia akan berkembang di masa depan. Ilmu ini adalah  ilmu masa depan yang bisa menyelamatkan para astronot saat menempuh  perjalanan panjang ke luar angkasa.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apaan sih hibernasi? Singkatnya hibernasi adalah mekanisme  mempertahankan hidup yang dimiliki hewan mamalia saat musim dingin  dengan cara menurunkan level aktivitas metabolisme tubuh, ciri yang  paling jelas ya tidur panjang .&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan getol sekali membongkar misteri hibernasi. Mereka yakin  hibernasi bisa diterapkan pada manusia. Di dalam Alquran pun kejadian  yang serupa pernah diungkap dalam kisah ashabul kahfi. Ini dia Mukjizat  Alquran dalam aspek teknologi.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita bandingkan vis a vis dengan kisah ashabul kahfi.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Makanan&lt;br /&gt;Ilmuwan :&lt;br /&gt;Cairan kombinasi es &amp;amp; garam yang disuntikkan dalam tubuh agar suhu  darah menurun. Lumayan drop dari 37°C s/d 10°C. Apabila suhu darah sudah  drop tentu saja metabolisme tubuh pun ikut turun. At least, ini sudah  diuji coba pada seekor babi &amp;amp; berhasil. Namun ini hanya berhasil  dalam beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli dari University of California &amp;amp; Safar Centre for  Resuscitation Research at the University of Pittsburgh, tempo bisa  diperpanjang hingga hitungan hari, minggu bahkan bulan dengan catatan  tubuh harus diberi makan dalam bentuk tetes yang dialirkan ke pembuluh  darah.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya konsekuensi hibernasi : rambut &amp;amp; kuku akan tetap tumbuh. Umur pun tetap bertambah.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabul Kahfi :&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Tidak ada asupan makanan apalagi minuman karena para pemuda itu tidur  non-stop selama 300 tahun. Yang luar biasa umur tak bertambah  sedikitpun.&lt;br /&gt;Kotoran/ Tinja&lt;br /&gt;Ilmuwan :&lt;br /&gt;Sampai saat ini para peneliti masih kesulitan mengatasi urusan yang satu  ini. Di antara binatang yang mengadopsi sistem hibernasi pun hanya  beruang saja yang tidak punya masalah buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabul Kahfi :&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak memiliki masalah ini. Apa dalilnya? Apakah anda punya  argumentasi yang dapat menjelaskan seseorang yang tidak pernah mendapat  asupan makanan &amp;amp; minuman sama sekali tapi masih bisa mengeluarkan  kotoran? Bisa-bisa dehidrasi, dong? Jadi no input, no output!&lt;br /&gt;Cahaya&lt;br /&gt;Ilmuwan :&lt;br /&gt;Para ahli nampaknya belum melirik faktor yang satu ini untuk  mempertahankan kondisi tubuh. Yang diyakini saat ini menggunakan sistem  “drowning in icy water” alias tubuh direndam dalam air es. Metode ini  terbukti mampu mengobati tubuh yang terluka atau menyelamatkan pasien  serangan jantung setelah “mati” dalam beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabul Kahfi :&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan petikan ayat ke-17 :&lt;br /&gt;“Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke  sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah  kiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam medis pun sinar matahari dianggap penting untuk pembersihan, penguatan tulang &amp;amp; kulit dan manfaat lainnya.&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Al-Qurthubi mengatakan,”Ayat ‘bila matahari terbenam  menjauhi mereka ke sebelah kiri‘, maksudnya adalah bagian kiri matahari  mengenai mereka karena sengatannya. Sinar matahari memperbaiki tubuh  mereka. Ayat itu dalam hal ini menegaskan bahwa Allah menempatkan  mereka di gua yang karakteristiknya unik. Mungkin jika arsitektur gua  yang berbeda hasil akhirnya bisa jadi berbeda. Malah, bisa-bisa tubuh  terpanggang gara-gara matahari siang!&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat betapa Maha Besarnya Allah yang telah membuat mekanisme  hibernasi begitu sempurna sehingga usia tak sedikitpun bertambah.&lt;a href="http://www.hudzaifah.org/"&gt;www.hudzaifah.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-9114252450119849331?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/9114252450119849331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/11/rahasia-tidur-panjang-ashabul-kahfi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/9114252450119849331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/9114252450119849331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/11/rahasia-tidur-panjang-ashabul-kahfi.html' title='Rahasia Tidur Panjang Ashabul Kahfi'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-2926126284666977588</id><published>2010-03-11T09:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T09:26:20.284-08:00</updated><title type='text'>Kisah Dakwah Nabi Nuh</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Masyarakat yang Dihadapi Nabi Nuh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bertahun lamanya kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala. Mereka menjadikan berhala-berhala itu sebagai Tuhan tempat meminta kebaikan dan tempat menolak bala. Berhala menjadi tempat bergantung segala sesuatu dalam kehidupan mereka. Mereka meminta dan memanggil berhala-berhala itu dengan beragam nama. Kadang dengan nama Wadda, Suwaa’, dan Yaghuts. Kadang dengan nama Ya’uq, atau Nasr –nama-nama berhala ini diwarisi masyarakat Arab di masa jahiliyah. Mereka berbuat yang demikian itu dikarenakan kejahilan dan menuruti hawa nafsu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Asal muasal nama-nama berhala itu diambil dari nama-nama ulama mereka yang pernah hidup bersama mereka sebelumnya. Dengan dalih untuk mengenang jasa-jasa mereka dan untuk mengingatkan semangat peribadatan umat ketika itu, maka dibuatlah patung, gambar, simbol-simbol visualisasi fisik mereka. Namun lambat laun dengan bergantinya generasi, patung-patung itu justru disembah dan dijadikan tuhan.&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.”&lt;/em&gt; (Nuh: 23).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Di kondisi masyarakat seperti itulah Nabi Nuh a.s. diutus. Nuh adalah orang yang sangat fasih dalam bertutur, cerdas akalnya, pemikirannya jauh ke depan, santun perilakunya, sangat sabar tatkala harus berdebat, memiliki kemampuan berargumentasi yang kuat, dan punya kekuatan meyakinkan lawan bicara. Dengan bekal itu Nabi Nuh mengajak kaumnya untuk kembali kepada Allah swt. Sayang, kaumnya menolak seruannya. Namun Nuh a.s. tetap memberi peringatan tentang dahsyatnya siksa pembalasan di hari kiamat. Dan kaumnya tetap membisu dan tuli. Nuh a.s. terus memotivasi mereka dengan imbalan pahala yang sangat besar jika mau beriman, namun mereka semakin menutup telinga dan mata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).” &lt;/em&gt;(Al A’raf: 59).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kreatif dan Sabar dalam Berdakwah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nuh a.s. tetap mendakwahi dan mendebat kaumnya dengan ulet dan sabar. Nuh mencurahkan kepedulian kepada mereka dengan tutur kata yang lembut. Nuh tidak putus asa mengajak mereka untuk beriman. Bahkan, Nuh menggunakan beragam metode dakwah. Nuh mendakwahi mereka siang dan malam. Sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Jika melihat peluang dakwah di malam hari, beliau lakukan dakwah di malam hari. Bila ada peluang dakwah secara terang-terangan, beliau menyampaikan dakwah secara terang-terangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Nuh berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; (Nuh: 5-9).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nuh menggiring nalar pemikiran mereka untuk mencerna rahasia alam raya, memikirkan keindahan semesta alam. Nuh menerangkan fenomena malam yang berangsur gulita. Langit yang menghampar penuh bintang. Bulan yang bersinar. Matahari yang memberikan cahaya. Bumi yang mengalir disela-selanya sungai-sungai dan menumbuhkan beragam tanaman. Semua itu ia terangkan dengan sangat fasih. Ia berbicara dengan dalil yang kuat. Ia menerangkan hakekat Tuhan Yang Satu. Tuhan Yang Kekuasaan-Nya tidak terbatas dan sangat mengagumkan. (Nuh: 14-20).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Demikian Nabi Nuh mendekati dan meyakinkan kaumnya. Dari usaha yang tidak kenal lelah itu, berimanlah sedikit orang dari kaumnya. Mereka menyambut dakwah Nuh a.s. Mereka membenarkan risalahnya. Mereka terdiri dari kaum yang lemah dan tak berpunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Iri dan Sombong Penyebab Penolakan Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Adapun orang-orang yang telah Allah swt. tutup hatinya, mereka tidak akan beriman. Karena potensi pendengaran, penglihatan, dan akal pikiran mereka tidak difungsikan untuk meraih hidayah, mereka tidak mendapatkan cahaya tauhid. Mereka itu adalah para pemuka kaum, para elit yang memiliki kekuasaan dan jabatan. Tidak hanya menolak, bahkan mereka mengejek dan merendahkan martabat Nabi Nuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Para elit itu berkomentar, ”Kamu kan manusia biasa seperti kami, kamu salah seorang di antara kami. Kalau Allah swt. menginginkan rasul, pasti Dia akan mengutus malaikat. Dan karena itu kami pasti akan serta merta mendengarkan perkataannya. Kami akan segera memenuhi seruannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Kemudian siapa mereka para rakyat jelata itu yang mengikuti kamu? Mereka pekerja kasar dan tukang gembala gembel. Mereka yang telah mengikuti kamu adalah orang-orang dungu yang tidak menggunakan akalnya. Seandainya apa yang kamu bawa itu baik, pasti kami tidak akan didahului oleh mereka-mereka itu. Seandainya apa yang kamu katakan itu benar, pasti kami yang pintar dan intelektual ini akan lebih dahulu mengimani kamu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mereka tak henti mendebat Nabi Nuh. Mereka terus memojokkan Nabi Nuh dan pengikutnya. Mereka mengejek. ”Kami tidak melihat kamu dan pengikutmu lebih utama dibandingkan kami. Dalam hal kepintaran, kefasihan, keluasaan wawasan, dalam hal menentukan yang membawa maslahat, dan pengetahuan tentang pridiksi masa depan. Kami mengira kalian adalah para pembohong!” (Yunus: 27).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nabi Nuh menjawab dengan santun dan cerdas –meskipun omongan mereka sudah kelewat batas penghinaan. ”Bagaimana pendapat kalian, seandainya saya dalam kebenaran yang datangnya dari Tuhan-ku. Berlandasan hujjah nyata yang membenarkan dakwahku. Saya mendapatkan rahmat dan keutamaan dari Tuhan-ku. Maka, apakah saya bisa memaksa kalian, atau saya berkuasa membawa kalian kepada iman?” (Yunus: 28).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mereka menjawab, ”Wahai Nuh, seandainya kamu menginginkan kami mendapat hidayah dan taufiq, kamu menginginkan dukungan dan kemuliaan dari kami, mengapa kamu jadikan pengikutmu yang lemah lagi tak berpunya itu sebagai pendukung? Kami tidak mungkin bersanding dengan mereka. Kami tidak mungkin berjalan dengan mereka. Keyakinan kami tidak mungkin sama dengan keyakinan mereka. Bagaimana mungkin kami mengikuti agama yang tidak membedakan antara si kaya dan si miskin, antara pejabat dengan rakyat?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Bangga dengan Pendukung Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nabi Nuh menjawab, ”Risalah yang aku bawa ini adalah untuk kalian semua tanpa terkecuali. Tidak ada pembedaan antara orang yang pintar atau yang biasa-biasa saja; orang yang terkenal atau yang tidak dikenal; orang berpunya atau miskin papa; pejabat atau rakyat. Maka bersegeralah kalian untuk menjawab seruanku pasti apa yang kalian kehendaki akan tercapai.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;“Dan bagaimana mungkin aku meremehkan kaum yang membelaku, sedangkan kalian menjadi penentang? Seruanku telah sampai di relung kalbu mereka. Mereka beriman, sedangkan kalian menolak, bahkan memusuhiku. Mereka pendukung risalah ini. Mereka menjadi penyeru dakwah &lt;em&gt;ilallah&lt;/em&gt;. Bagaimana jika mereka mengadu di depan mahkamah Allah swt. dan menuntut saya? Mereka mengadu kepada Allah swt. bahwa aku telah membalas penerimaan mereka dengan kufur nikmat, membalas kebaikan mereka dengan pengingkaran. Ingatlah, kalian benar-benar kaum yang jahil!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dan (dia berkata), “Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui”. (Hud: 29).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Debat antara Nabi Nuh dan penentangnya semakin meruncing. Pertentangan di antara mereka menghebat. Inilah yang menjadikan para penentangnya putus asa. Mereka berkata. “Hai Nuh, Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (Yunus: 32)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nabi Nuh tersentak. Ia menjawab, ”Kalian memang benar-benar keterlaluan. Kalian tidak lagi menggunakan akal sehat kalian. Siapa saya ini sehingga saya bisa mendatangkan adzab kepada kalian atau menolak adzab dari kalian? Bukankah saya ini manusia seperti kalian semua yang diberi wahyu bahwa Tuhan kalian satu, maka saya sampaikan apa yang diperintahkan kepadaku. Saya memberi kabar gembira bagi yang memenuhi seruanku. Dan saya juga memberi peringatan kepada kalian dengan siksa yang pedih. Ketahuilah bahwa segala sesuatu tergantung dan dikembalikan kepada Allah swt. Jika Allah swt. berkehendak akan memberi hidayah kepada kalian. Atau jika Allah swt. berkehendak, akan langsung mengadzab kalian. Atau Allah swt. akan menangguhkan dan memberi tenggat waktu hidup untuk kalian, agar kemudian kalian diadzab lebih dahsyat lagi. (Yunus: 33-34).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Ibrah dari Kisah Nabi Nuh&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Berdakwah adalah wajib bagi para rasul. Sepeninggal mereka kewajiban itu diwajibkan kepada para pengikutnya sesuai kemampuan masing-masing. Rasulullah saw. bersabda, ”Senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang menyeru dan menegakkan kebenaran, sampai datang kepada mereka ketentuan Allah (kemenangan).” (Bukhari, &lt;em&gt;Sahih Bukhari&lt;/em&gt;, hal. 286).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2.      Di dalam melaksanakan dakwah &lt;em&gt;ilallah&lt;/em&gt; dibutuhkan ilmu tentang fiqh dakwah, yaitu pengetahuan tentang tahapan dakwah, sarana dakwah, metode dakwah, dan mengetahui latar belakang serta kondisi objek dakwah. Sebagaimana Rasulullah saw. pernah mencontohkan. Beliau pernah ditanya oleh beberapa sahabat dalam kesempatan berbeda dengan satu pertanyaan. Namun Beliau menjawab dengan beragam. Beliau menjawab amal yang paling dicintai Allah adalah berbuat baik kepada kedua orang tua, karena sahabat yang bertanya ternyata tidak berbuat baik kepada orang tuanya. Jawaban untuk yang lain, shalat tepat waktu, karena Rasul mengetahui bahwa sahabat yang satu ini kurang memperhatikan masalah shalat berjama’ah tepat waktu. Pada kesempatan yang lain, beliau menjawab jihad fii sabilillah, karena sahabat yang tanya ternyata tidak sungguh-sungguh dalam berjihad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3. Bangga dengan para pendukung dakwah. Tidak pandang bulu siapa pun mereka dan berapa pun jumlah mereka. Ketika Rasulullah saw. sedang duduk-duduk bersama orang mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak bicara dengan Rasulullah. Tapi mereka enggan duduk bersama mukmin itu. Mereka mengusulkan supaya orang-orang mukmin itu diusir saja. Lalu turunlah ayat ini. &lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).&lt;/em&gt; (Al-An’am: 52). (&lt;/span&gt;&lt;span class="postedby"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/ulis/" title="Profil dari Ulis Tofa, Lc"&gt;Ulis Tofa, Lc&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-2926126284666977588?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/2926126284666977588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/kisah-dakwah-nabi-nuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/2926126284666977588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/2926126284666977588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/kisah-dakwah-nabi-nuh.html' title='Kisah Dakwah Nabi Nuh'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-4102773069738479856</id><published>2010-03-10T09:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T09:52:14.252-08:00</updated><title type='text'>Qiyamullail</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Ia berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. mencintai seorang hamba, maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba, baik aktivitas di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, maupun politik. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya, diampuni dosanya, dihormati oleh sesama, dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail, pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan kepada kita, “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia, amalkanlah qiyamullail secara kontinu. Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, “Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi saw. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, hiduplah sebebas-bebasnya, akhirnya pun kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, pasti akan dapat balasan. Cintailah orang yang engkau mau, pasti kamu akan berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam, dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain.’”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur, diganjar dengan masuk surga. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw., beliau bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya, harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri, mengucapkan salam, mengulurkan bantuan, silaturahim, dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Tapi sayang, yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. Rasululah saw. bersabda, “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya, maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit, lalu masuk surga tanpa hisab. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kiat Mudah Qiyamullail&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Jika ada tekad, akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;1. Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;2.       Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani, aqli, dan ruhani, serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;3. Hindari maksiat. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;4.       Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;5.       Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;6.       Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;7. Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;8. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;9.       Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-4102773069738479856?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/4102773069738479856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/qiyamullail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/4102773069738479856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/4102773069738479856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/qiyamullail.html' title='Qiyamullail'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-3093431493944556064</id><published>2010-03-10T09:29:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T10:06:20.986-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Fardiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Dakwah fardiyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; ialah ajakan atau seruan kejalan Allah yang dilakukan seorang da’I (penyeru) kepada orang lain secara individual, dengan tujuan memindahkan mad’u (yang diseru) pada keadaan yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dakwah Fardiyah memoliki 3 (tiga) pendekatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;1. Mafhum Da’wi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;   2. Mahfum Haraki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;   3. Mahfum Tanzhimi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;Mafhum Da’wi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam dakwah fardiyah yaitu : Usaha seorang da’I untuk lebih dekat mengenal mad’u dalam rangka mengajaknya ke jalan Allah. (Baca dan tadabbur Q.S. Al-Fushilat : 33-36).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;Mafhum Haraki&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam dakwah Fardiyah yaitu : Menjalin hubungan dengan masyarakat umum, kemudian memilih salah seorangdari mereka untuk membina hubungan lebih erat, dalam rangka menuntunnya kejalan Allah. (Pahami dan renungkan hadits nabi “Kullu Sulaama dst” Riwayat Muslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;Mafhum Tandzhimi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; dalam dakwah fardiyah, yaitu : Upaya pengorganisasian terhadap seorang mad’u yang diajak dan dituntun kejalan Allah, Tanzhim tersebut meliputi : taujih (arahan), Tauzif (Penugasan) dan tashnif (Penggolongan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:130%;" &gt;Urgensi Dakwah Fardiyah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Betapapun dakwah fardiyah relative lebih kecil skup jangkauannya dan lebih lambat hasil yang diraih sang da'I, tetapi dakwah fardiyah memiliki kelebihan dan urgensi yang perlu dipertimbangkan oleh setiap aktifis dakwah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   1. Juru dakwah dituntut untuk memiliki skill mendidik, karena pengalaman dan latihannya yang kontinyu dalam melayanai mad'u agar menjadi pribadi muslim yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   2. Dalam dakwah fardiyah, para pelakunya terdorong untuk meningkatkan bekal berupa pengetahuan dan bekal-bekal dakwah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   3. Kegiatan juru dakwah yang dilakukan secara terbuka biasanya terlihat orang banyak, dimana sang da’i diuji keikhlasannya, sedangkan dalam dakwah fardiyah sang da'I tidak nampak oleh orang banyak, berarti ia teruji keikhlasannya, karena ia bekerja tanpa menunggu atau mengharapkan keuntungan material dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   4. Juru dakwah dalam dakwah fardiyah adalah aktifis dakwah dengan segala makna dan penjabarannya, bahkan ia adalah seorang teladan bagi mad’unya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   5. Mad’u dalam dakwah fardiyah adalah orang-orang pilihan berdasarkan pengetahuan dan ijtihad sang da’i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   6. Dalam dakwah fardiyah, mad’u mendapat peluang bertanya dan berdialog serta berkonsultasi lebih dekat dan lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   7. Hubungan antara da’i dan mad’u nampak lebih dekat dan harmonis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   8. Mad’u dalam dakwah fardiyah merasa selalu diperhatikan oleh sang da’i, secara psikologis akan memberikan dampak positif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;   9. Arahan dan bimbingan lebih fokus dan efektif serta efesien (tak perlu biaya) dibanding dakwah umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  10. Dakwah fardiyah dapat dilakukan dalam segala situasi, kapan dan dimana saja dan dalam setiap peluang dan kesempatan sang da'i. (IKADI)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-3093431493944556064?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/3093431493944556064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/dakwah-fardiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/3093431493944556064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/3093431493944556064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/dakwah-fardiyah.html' title='Dakwah Fardiyah'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-6570010564358607040</id><published>2010-03-10T09:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T09:26:56.055-08:00</updated><title type='text'>Biografi Empat Pemimpin Dakwah Teladan</title><content type='html'>Dalam kamus dakwah ada adagium “ad-da’watu satamsyi binaa au bighoirina“, dakwah akan berjalan dengan kita atau tanpa kita. Dakwah merupakan jalan para nabi dan para rasul. Karenanya, akan terus mengalir dan berjalan sampai Islam tegak dan berkuasa di bumi Allah. Dan orang-orang yang terus berjalan bersama dakwah dan istiqamah menyampaikan Islam adalah orang-orang yang mulia. Mereka itu para dai yang mendapatkan petunjuk Allah dan karunia yang besar. Mereka itulah para qiyadah (pemimpin) dakwah dan mereka itulah yang memberikan keteladanan dalam dakwah. Sebaliknya, mereka yang berhenti dari jalan dakwah, tertipu olah gemerlapnya dunia, tidak berhak menyandang gelar sebagai dai, apalagi qiyadah dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala bentuk keteladanan dalam kebaikan bermuara pada contoh yang dilakukan oleh Rasulullah. ”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keteladan yang dicontohkan Rasulullah, umat Islam menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia. Dan puncak kebaikan umat ini apa pada tiga kurun generasi pertama, yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’it tabi’in. Rasulullah bersabda,“ Sebaik-baiknya abad adalah abadku, kemudian abad berikutnya, kemudian abad berikutnya.” (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada setiap masa Allah akan membangkitkan pada umat ini orang atau generasi yang akan membangkitkan dan memperbaharui semangat ke-Islaman. “Sesungguhnya Allah akan mengutus pada umat ini pada setiap satu abad orang yang memperbarui urusan agamanya.” (Abu Dawud, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama menyebutkan di antara mujadid (pembaharu) umat yang hadir setiap satu abad, yaitu Umar bin Abdul Aziz, Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, dan Hasan Al-Banna. Untuk lebih mengenal sosok para qiyadah yang memberikan qudwah pada umat, maka di bawah ini sebagian biografi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Umar bin Abdul Aziz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz disebut para ulama sebagai khulafa’ur rasyidin ke-5, karena kesamaan manhaj kepemimpinan beliau dengan empat khalifah pertama penerus Rasulullah saw. Nama lengkapnya Abu Hafsh Umar bin Abdul Aziz Marwan bin Al-Hakam. Ia seorang pemimpin dari generasi tabi’in. Lahir di Halwan Mesir tahun 61 H. Dibai’at menjadi khalifah pada saat wafat saudara sepupunya, Sulaiman bin Abdul Malik, pada tahun 91 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dibai’at Umar bin Abdul Aziz berpidato. ”Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada kitab sesudah Al-Qur’an dan tidak ada nabi sesudah Muhammad saw. Saya bukanlah qadhi (hakim), tetapi saya adalah pelaksana. Saya bukanlah tukang bid’ah, tetapi pengikut setia. Dan saya bukanlah yang terbaik di antara kalian, tetapi saya adalah yang paling berat tanggung jawabnya di antara kalian. Orang yang lari dari imam yang zhalim, bukanlah kezhaliman. Ingatlah, tidak ada ketaatan pada makhluk dalam kemaksiatan pada Khalik,” begitu sebagian isi pidatonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz adalah pemimpin yang sangat wara’, zuhud, bersih, dan peduli pada umat. Istrinya menceritakan bahwa pada suatu hari sedang di kamar tidur dan ingat tentang akhirat, beliau gemetar seperti burung dalam air, duduk, dan menangis. Sedangkan perhatiannya kepada umat sangat besar. Ketika akan istirahat siang sejenak karena capai melaksanakan tugas, anaknya memberi nasihat, ”Apakah Ayah menjamin umur ayah akan panjang sesudah istirahat sehingga menunda banyak urusan yang harus diselesaikan?” Umar bin Abdul Aziz tidak jadi istirahat dan langsung meneruskan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah hanya dua tahun lebih. Tetapi pada masa itu sangat banyak kesuksesan yang beliau lakukan. Beliau yang menghapuskan caci-maki terhadap Imam Ali dan keluarganya yang dilakukan khatib saat khutbah Jum’at dan mengganti dengan membaca surat An-Nahl ayat 90. Sampai sekarang khutbah Jum’at membaca ayat itu mengikuti sunnah yang baik dari Umar bin Abdul Aziz. Beliau juga menolak Nepotisme dari keluarganya, Bani Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ilmu dan kekhusyu’an, Umar bin Abdul Aziz adalah termasuk ulama panutan. Berkata Maimun bin Mahran, ”Para ulama di hadapan Umar bin Abdul Aziz menjadi murid. Beliau adalah gurunya para ulama.” Di masa beliaulah penulisan hadits-hadits Rasululah saw. dilakukan sehingga berkembanglah tadwin hadits dan penulisan buku hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ibadahnya sangat menyerupai Rasululah saw. Anas bin Malik r.a. berkata, ”Saya tidak shalat berjamaah bersama imam yang lebih menyerupai shalatnya Rasulullah daripada shalat bersama pemuda ini (Umar bin Abdul Aziz) ketika beliau di Madinah.” Anas meneruskan, ”Beliau menyempurnakan ruku’ dan sujud, dan memendekkan berdiri dan baca Al-Qur’an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Imam Ahmad bin Hanbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengenal bahwa imam Ahmad bin Hanbal adalah ulama ahli hadits dan fiqh. Memang beliau adalah ahli hadits. Kitabnya yang terkenal bernama Musnad Imam Ahmad. Imam Ahmad disamping hafal Al-Qur’an semenjak kecil, beliau juga hafal banyak hadits. Kitabnya, Musnad Imam Ahmad, terdiri sekitar 40.000 hadits yang ditulis berdasarkan hafalannya. Beliau hafal satu juta hadits dan menghafalnya seperti hafal Al-Fatihah. Beliau berfatwa 60.000 masalah dengan menggunakan firman Allah dan sabda Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad juga ahli fiqh. Bahkan, termasuk salah satu dari empat ulama besar yang menjadi rujukan dalam bidang fiqh (madzhab arba’ah). Imam Ahmad belajar fiqh kepada Imam Asy-Syafi’i. Tentang keutamaan Imam Ahmad, gurunya imam Asy-Syafi’i mengatakan, ”Saya keluar dari Baghdad, demi Allah saya tidak meninggalkan seseorang yang lebih bertakwa pada Allah, lebih ‘alim tentang ajaran Allah, lebih zuhud karena Allah, lebih wara’ dari yang diharamkan Allah, dan yang paling saya cintai melebihi Imam Ahmad bin Hanbal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian yang menimpa Imam Ahmad sungguh sangat besar, yaitu ujian dan fitnah penciptaan Al-Qur’an. Fitnah tentang penciptaan Al-Qur’an –yaitu pendapat yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk– muncul pertama kali pada masa Al-Ma’mun. Pendapat ini berasal dan diyakini oleh penganut paham Mu’tazilah, dimana Raja Al-Ma’mun merasa kagum dengan pendapat ini dan mengikutinya. Lebih dari itu Al-Ma’mun menggunakan pedangnya untuk memaksa rakyat mengikuti pendapatnya, dan yang menolak akan dibunuh. Al-Ma’mun membunuh sekitar 1.000 ulama yang menolak mengatakan Al-Qur’an itu makhluk. Dan penjara penuh dengan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berada di barisan paling depan yang menolak bahwa Al-Qur’an itu makhluk. Dan konsekuensinya imam Ahmad dipanggil ke istana. Imam Ahmad berkata, ”Saya diambil tengah malam pada saat saya shalat. Tangan dan kaki saya diborgol, dan berat borgol itu melebihi berat badan saya. Saya dinaikkan di atas kuda, saya berusaha pegangan tetapi saya tidak bisa. Saya hampir jatuh tiga kali, tetapi setiap mau jatuh saya membaca; Ya Allah peliharalah aku. Maka Allah menjaga saya sehingga tidak jatuh. Tatkala saya dimasukkan ke dalam penjara, muka saya diseret. Saya sampai di penjara di akhir malam. Saya tidak tahu di mana letak kiblat dan saya tidak tahu di mana saya waktu itu. Ketika saya menjulurkan tangan, tiba-tiba ada air yang sejuk, maka saya berwudhu dan shalat Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pagi saya dibawa dengan kuda untuk kedua kalinya, dan saya belum makan. Hampir saja saya jatuh karena sangat laparnya. Saya dimasukkan ke tempat Mu’tashim. Tatkala saya masuk ia mencabut pedang, ditempelkan ke leherku dan berkata, “Wahai Ahmad, demi Allah saya mencintaimu seperti saya mencintai anaknya Harun Al-Rasyid (Al-Ma’mun). Maka janganlah engkau tumpahkan darahmu di hadapanku.” Kemudian ia memaksa kepadaku agar mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk. Imam Ahmad menolak, maka Mu’tasim menyuruh tukang pukulnya untuk memukul Imam Ahmad. Imam Ahmad dicambuk 160 kali, sampai beliau pingsan. Kemudian beliau siuman kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad dipaksa lagi untuk mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, tetapi beliau tetap menolak, sehingga dicambuk lagi berulang-ulang kali. Sampai punggungnya babak belur karena seringnya dicambuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad kembali dinaikkan ke atas kuda dan dimasukkan ke dalam penjara. Beliau dipenjara selama 28 bulan. Selama di penjara beliau selalu berpuasa dan makanan untuk berbuka cuma roti dan air. Itulah yang dimakan Imam Ahmad selama 28 bulan. Dan terakhir Imam Ahmad dipaksa lagi untuk mengatakan bahwa Al-Qur’an itu makhluk, beliau tetap menolak. Sampai akhirnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan bosan, kemudian mengembalikan Imam Ahmad ke rumahnya dengan keadaan luka parah. Berkata putranya, Abdullah, ”Ayah kami pulang kembali ke rumah malam hari setelah di penjara, dan langsung jatuh sakit karena luka parah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan bergantilah kekuasaan dari Mu’tashim kepada Al-Mutawwakil. Mutawwakil adalah pemimpin yang menycintai kebenaran dan sunnah. Dan suatu hari Al-Mutawwakil datang ke Imam Ahmad membawa harta kekayaan dan emas. Maka menangislah Imam Ahmad dan berkata, ”Demi Allah, saya lebih takut akan fitnah kenikmatan melebihi takut saya dari fitnah musibah.” Dan Imam Ahmad menolak semua itu. Begitulah Imam Ahmad. Beliau sakit selama 9 hari kemudian meninggal. Manusia berduyun-duyun bertakziyah mendoakan Imam Ahmad. Yang datang takziyah sekitar 800.000 orang lelaki dan 60.000 perempuan. Dan pada saat beliau meninggal, masuk Islam orang-orang Yahudi, Kristen, dan Majusi sekitar 20.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya adalah Ahmad bin Abdis Salam bin Abdillah bin Al-Khidhir bin Muhammad bin Taimiyah An-Numairy Al-Harrany Ad-Dimasyqy. Lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arab yang terletak antara sungai Dajlah (Tigris) dengan Efrat, pada hari Senin 10 Rabiu’ul Awal tahun 661H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berhijrah ke Damasyq (Damsyik) bersama orang tua dan keluarganya ketika umurnya masih kecil, disebabkan serbuan tentara Tartar atas negerinya. Mereka menempuh perjalanan hijrah pada malam hari dengan menyeret sebuah gerobak besar yang dipenuhi dengan kitab-kitab ilmu, bukan barang-barang perhiasan atau harta benda. Mereka hijrah tanpa seekor binatang tunggangan pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat gerobak mereka mengalami kerusakan di tengah jalan, hingga hampir saja pasukan musuh memergokinya. Dalam keadaan seperti ini, mereka ber-istighatsah (mengadukan permasalahan) kepada Allah Ta’ala. Akhirnya mereka bersama kitab-kitabnya dapat selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil beliau hidup dan dibesarkan di tengah-tengah para ulama. Jadi, punya kesempatan untuk mereguk sepuas-puasnya taman bacaan berupa kitab-kitab yang bermanfaat. Beliau infakkan seluruh waktunya untuk belajar dan belajar, menggali ilmu terutama kitabullah dan sunah Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 22 tahun, Ibnu Taimiyah sudah mengajar di perguruan Darul Hadits Al-Syukriyyah, sekolah ternama yang hanya mau menerima tenaga pengajar pilihan. Meski masih tergolong muda, kecerdasannya mampu membuat guru-guru besar sekolah itu geleng-geleng kepala. “Sungguh, siapapun mengakui kebrilianan guru saya yang usianya masih sangat muda itu,” ujar Ibnu Katsir, salah seorang siswa yang akhirnya juga menjadi ulama ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluasan ilmu Ibnu Taimiyah juga terlihat dalam penguasaannya terhadap fiqh, hadits, ushul, fara’id, tafsir, mantiq, kaligrafi, hisab, bahkan olahraga. Penguasaan nahwu sharafnya juga luar biasa. Namun ilmu tafsir adalah disiplin ilmu yang paling digandrunginya. Bila sudah berkutat dengan tafsir, beliau tampak asyik sekali. Lebih dari seratus kitab Tafsir Al-Qur’an dipelajarinya. Tak heran bila mengkaji satu ayat saja, dia akan menelaah puluhan tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengkaji tafsir, Ibnu Taimiyah tidak sekadar mengandalkan kecerdasan akal. Tapi juga kecerdasan spiritual. Dia akan selalu memohon kepada Allah swt. agar diberi kepahaman, pergi ke masjid dan bersujud. Wajar bila para pemikir yang hanya mengandalkan kemampuan akal, tanpa spiritual, senantiasa dikecamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para filosof Yunani juga menjadi sasaran tembaknya. Termasuk pemikir Islam yang bertaklid buta kepada filsafat Yunani, seperti Ibnu Sina. Sebab, menurut Ibnu Taimiyah, filsafat Yunani tak mampu menemukan rahasia ketuhanan. “Mereka adalah sebodoh-bodoh dan sejauh-jauh manusia dalam mengetahui hal-hal yang benar. Komentar Aristoteles, guru mereka, masih terlalu sedikit dan banyak kesalahan. Para filosof telah tertipu dalam mengetahui dan mengenal Allah swt.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah termasuk sedikit di antara ulama yang istiqamah memegang prinsip. Akibat keteguhannya itu, ia harus keluar masuk tahanan. Sampai akhir hayatnya ia tetap dalam posisinya seperti itu. Berkali-kali ia diisolir, berkali-kali diintimidasi, tapi ia tak goyah untuk mempertahankan pendiriannya yang diyakini kebenarannya. Tak sejengkalpun ia mundur. Dari lisan Ibnu Taimiyah akhirnya muncul kata-kata mutiara: “Penjaraku adalah berkhalwat, pembuanganku adalah tempat hijrahku, dan pembunuhanku adalah syahid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang bisa menandai seorang ulama adalah kemampuannya dalam mengendalikan hawa nafsu. Akan tetapi dalam kenyataannya masih banyak dijumpai ulama yang mengumbar hawa nafsunya. Akibatnya, jika mereka berfatwa, fatwanya cenderung mengikuti hawa nafsu. Baik itu hawa nafsunya sendiri, maupun hawa nafsu orang lain. Hawa nafsu orang lain yang paling banyak mempengaruhi ulama dalam sejarah adalah hawa nafsu para penguasa yang diharapkan hadiah-hadiah dan ditakuti ancaman tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah adalah salah seorang ulama yang langka. Dalam mempertahankan keyakinannya, banyak pihak yang kagum. Namun demikian yang benci juga banyak. Sewaktu Ibnu Taimiyah menolak keras paham wihdatul wujud yang diusung Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabi, banyak yang marah besar. Pada 5 Ramadhan 705 H, datanglah surat panggilan dari penguasa Mesir dan Syam, Sultan An-Nashir Muhammad bin Qulaun. Rupanya ini hanyalah jebakan para pengikut Ibnu Arabi. Buktinya, Ibnu Taimiyah ditangkap dan dimasukkan ke dalam tahanan selepas ceramah di sebuah majelis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian ada tanda-tanda hendak dibebaskan. Syaratnya, Ibnu Taimiyah harus mencabut sikap kontranya terhadap paham akidah penguasa Mesir. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah. “Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka,” begitu jawaban Ibnu Taimiyah mengutip ayat 33 surat Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dipenjara, Ibnu Taimiyah tetap beraktivitas sebagaimana biasa. Ketegaran pribadinya mendorong terus beramar ma’ruf nahi munkar. Sewaktu para narapidana sibuk bermain catur, undian, judi, dan lain-lain sehingga melalaikan shalat, Ibnu Taimiyah tak segan-segan menegurnya. Dia perintahkan secara tegas agar mereka menjaga shalat, senantiasa bertasbih, istighfar, dan berdoa. Berbagai amalan ibadah diajarkan, sehingga para penghuni penjara itu larut dalam kegiatan agama. Bahkan banyak narapidana yang sebenarnya sudah bebas tapi memilih tetap tinggal bersama Ibnu Taimiyah. Akhirnya pada 23 Rabi’ul Awwal 707 H dia bebas berkat pertolongan seorang pejabat Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bebas, Ibnu Taimiyah bukannya kembali ke Damaskus tetapi memilih tinggal di Mesir yang banyak dihuni orang-orang yang memusuhinya. Dia tetap aktif mengajar, memberikan nasihat, ceramah, dan membentuk majelis-majelis. Tidak lama kemudian beberapa sekolah di Kairo rutin memberi kesempatan ceramah, di antaranya Madrasah Ash-Shalihiyyah. Dari situlah kalangan ulama Mesir mulai terbuka matanya, bahwa ternyata Ibnu Taimiyah tidak sesat seperti mereka duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu yang bersamaan, orang-orang yang dengki terus berupaya memasang perangkap. Celakanya, pemerintah Mesir termakan agitasi itu. Ibnu Taimiyah diberi ultimatum: kembali ke Damaskus, tetap tinggal di Mesir dengan syarat tidak mendakwahkan ajarannya kepada masyarakat, atau dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pilihan ketiga yang dipilihnya: penjara. Namun murid-muridnya menghalangi, dan menyarankan agar Ibnu Taimiyah kembali ke Damaskus. Demi menjaga hati pengikutnya, pada 18 Syawal 770 H Ibnu Taimiyah kembali ke Damaskus. Namun sebentar saja, cuma beberapa jam di Damaskus. Penjara lebih ‘dirindukannya’. Meski begitu Ibnu Taimiyah tidak bisa serta merta masuk penjara sebab rupanya kalangan qadhi dan ulama Mesir berselisih pendapat tentang penahanan itu. Alasan memenjaranya tidak jelas. Melihat pertentangan pendapat itu, Ibnu Taimiyah akhirnya mengambil keputusan sendiri: masuk penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski di penjara, Ibnu Taimiyah tetap dinanti-nanti fatwa dan nasihatnya. Berbondong-bondong orang menjenguknya. Pemandangan yang sungguh ganjil, sehingga akhirnya Ibnu Taimiyah dibebaskan. Murid-muridnya di Madrasah Ash-Shalihiyyah dan beberapa majelis kajian dapat kembali mendengar ceramah-ceramahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian terjadi pergeseran konstalasi politik di Mesir. Sultan An-Nashir Muhammad bin Qulaun yang mulai simpati kepada Ibnu Taimiyah turun takhta, diganti Ruknuddin Bibrus Al-Jasynaker. Sementara Syaikh Nashr Al-Munbajji Al-Murabbi Ar-Ruhi ulama yang berlawanan akidah dengan Ibnu Taimiyah menjadi penasihat raja. Lahirlah keputusan-keputusan politik yang memojokkan ulama yang berseberangan dengan ‘ulamanya’ penguasa. Ibnu Taimiyah pun dibuang ke Iskandariyyah (akhir Shafar 709 H) dengan dalih menghindarkan Mesir dari disintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat barunya, Ibnu Taimiyah tetap kebanjiran pengikut. Rumahnya di Iskandariyyah yang luas, bersih, dan indah terbuka 24 jam untuk siapa saja. Banyak kalangan pembesar maupun fuqaha yang datang meminta nasihat spiritual kepadanya. Sultan An-Nashir Muhammad bin Qulaun yang akhirnya kembali memimpin Mesir dan Syam (akhir 709 H), berkenan mengangkat Ibnu Taimiyah sebagai penasihat spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir tahun 726 H, Ibnu Taimiyah berkonsentrasi pada pendidikan, menulis, ceramah-ceramah, dan mengeluarkan fatwa. Fatwa yang cukup terkenal adalah larangannya menziarahi kubur, termasuk kubur Rasulullah saw. Ibnu Taimiyah bersandar pada sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari Muslim, “Allah melaknati orang-orang Yahudi dan Nashara yang menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang saja banyak kalangan merasa gelisah, sebab Rasulullah saw. adalah manusia suci yang selama ini diagungkan. Banyak ulama yang menganggap fatwa itu ‘tidak sopan’ dilihat dari segi kedudukan Nabi saw. Akhirnya pemerintah turun tangan, mengeluarkan surat perintah penangkapan atas diri Ibnu Taimiyah (7 Sya’ban 726 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rupanya pemenjaraan yang ketiga kali itu dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang selama ini telah membencinya. Murid dan pendukung Ibnu Taimiyah dianiaya. Beberapa di antaranya dimasukkan penjara, ada juga yang dinaikkan di atas keledai lalu diarak beramai-ramai dan dimaki-maki. Bahkan Syamsuddin Muhammad bin Qayyim Al-Jauziyyah yang paling getol membela Ibnu Taimiyah dipenjara seumur hidup dan meninggal di penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebelumnya, penjara tak menghalangi Ibnu Taimiyah terus berkarya. Tentu ini mengkhawatirkan pihak penguasa. Tanggal 9 Jumadil Akhir 728 H, pemerintah merampas semua alat baca dan tulis di penjara. Hebatnya, Ibnu Taimiyah terus menulis dengan memanfaatkan kertas-kertas sampah dan arang sebagai alat tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang tak bisa dilawannya, kondisi fisik yang digerogoti usia. Dia akhirnya jatuh sakit. Berita itu segera tersebar keluar penjara sehingga beberapa pejabat datang menjenguknya seraya minta maaf atas pemenjaraan itu. Terhadap mereka, dengan arif ia berkata, “Sungguh aku telah menghalalkan orang-orang yang memusuhiku karena mereka tidak tahu bahwa aku dalam kebenaran. Aku juga memaafkan Sultan An-Nashir yang memenjarakanku. Pendeknya, aku telah memaafkan semua orang yang memusuhiku, kecuali orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam 22 Dzulqa’idah 728 H, ulama ini meninggal dunia. Penduduk negeri Mesir dan Syam gempar. Sewaktu jenazah Ibnu Taimiyah dimandikan, orang berdesak-desakan ingin melihat dan menghormatinya. Sewaktu dishalatkan di Masjid Jami’ Al-Amawi, warga semakin banyak. Pasar kosong. Toko dan warung-warung tutup. Banyak di antara mereka yang lupa makan dan minum. Kumpulan manusia itu menimbulkan bergemuruh. Ada yang menangis, meratap, memuji, dan mendoakannya. Orang yang memikul keranda Ibnu Taimiyah kesulitan bergerak, hanya bisa bergeser sejengkal demi sejengkal, itupun maju mundur. Sebelum Ashar, jenazah itu dikebumikan di kubur Ash-Shufiyyah. Di kuburan itu sebelumnya telah dimakamkan beberapa ulama seperti Ibnu Asakir, Ibnu Shalah, Ibnul Hujjah, dan Imaduddin bin Katsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan bumi lain, kaum muslimin seantero dunia melaksanakan shalat ghaib. Timur Tengah, Afrika, sampai Yaman dan Cina, semua larut dalam keharuan atas meninggalnya Ibnu Taimiyah. Meski jasadnya telah tiada, pemikirannya telah hidup sampai saat ini. Al-Hafizh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Ibnu Abdul Hadi, Ibnu Katsir, dan Al-Hafizh Ibnu Rajab adalah di antara murid-murid yang terus berupaya menghidupkan semangat perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hasan Al-Banna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hasan Al Banna adalah imam para dai di abad 20, sesuai dengan namanya beliau adalah pembangun generasi yang baik. Imam Hasan bin Ahmad bin Abdurrahman Al-Banna lahir pada tahun 1906 M di daerah Mahmudiyah kota kecil dekat Iskandariyah Mesir. Ayahnya seorang ulama yang diakui keilmuannya oleh ulama lain. Disamping itu beliau bekerja sebagai tukang reparasi jam dan penjilidan buku sehingga ayahnya dikenal dengan julukan Asy-Syaikh As-Sa’ati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk suasana kota turut membantu perkembangan Hasan Al Banna. Sehingga dalam usia yang masih muda beliau sudah berhasil menghafal Al-Qur’an. Beliau disamping berguru pada ayahnya juga berguru pada ulama lain, sampai akhirnya mengantarkan beliau belajar di Universitas Darul Ulum Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghirah keislamannya sudah tumbuh semenjak kecil. Beliau sangat rajin ibadah dan suka mengunjungi para ulama untuk berdiskusi tentang masalah agama dan problematika umat. Sehingga tidak aneh para ulama dan gurunya sangat mencintai beliau dan menaruh harapan yang besar terhadap Hasan Al-Banna. Kegundahannya terhadap kemaksiatan menyebabkan Hasan Al-Banna kecil bersama teman-temannya membuat organisasi Menolak Keharaman. Dan diantara aktivitasnya, mengingatkan umat Islam yang melakukan dosa dan meninggalkan kewajiban Islam seperti shalat, puasa, dan lain-lain. Hasan Al-Banna juga punya kegiatan yang dilakukannya ketika masih kecil, yaitu membangun-bangunkan orang tidur dari rumah ke rumah untuk shalat Subuh berjamaah di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1928 pada saat berusia 22 tahun, beliau mendirikan Jama’ah Ikhwanul Muslimun. Tokoh-tokoh yang bergabung di jama’ah ini di antaranya Syaikh Muhibbuddin Al-Khatib, ulama hadits; Syaikh Dr. Musthafa As-Siba’i, ahli hukum; Syaikh Amin Al-Husaini, mufti Palestina. Dan sekarang dakwah yang dirintisnya sudah masuk ke lebih dari 70 negara. Hampir tidak ada gerakan reformasi di dunia Islam yang tidak terpengaruh oleh pemikiran Jama’ah Ikhwanul Muslimun. Kelebihan Imam Hasan Al-Banna bukan pada kemampuannya ta’liful kutub (mengarang buku), tetapi pada ta’liful qulub (menyatukan hati) dan ta’lifur rijal (mencetak generasi muslim). Tidak aneh jika pengikutnya hampir ada di seluruh penjuru dunia. Penamaan Jama’ah Ikhwanul Muslimun juga tidak lain dari keinginan beliau untuk menyatukan umat Islam dan mengembalikan mereka dalam kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata ulama India Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadawi tentang imam Hasan Al Banna, ”Kehadirannya cukup mengejutkan Mesir, dunia Arab dan dunia Islam secara keseluruhan. Semua terkejut oleh dakwah, tarbiyah, jihad dan kekuatannya yang unik. Allah telah mengumpulkan pada dirinya berbagai kemampuan yang kadang-kadang tampak kontradiktif di mata psikolog, sejarawan, dan kritikus, yaitu pemikiran yang brilian, pemahaman yang cemerlang, wawasan yang luas, perasaan yang kuat, hati yang penuh berkah, semangat yang membara, lisan yang fasih, zuhud dan qanaah –tanpa menyiksa diri– dalam kehidupan pribadinya. Cita-cita dan kepedulian yang tinggi dalam menyebarkan da’wah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Hasan Al Banna terhadap Islam dan umat Islam sangat besar termasuk umat Islam yang jauh dari Mesir, seperti Indonesia. Hal ini yang menjadikan beliau memimpin sendiri Komite Solidaritas bagi Kemerdekaan Indonesia. Dan utusan Indonesia yang berkunjung ke Mesir saat itu, yaitu H. Agus Salim, Dr. H.M. Rasyidi, M. Zein Hasan dan lain-lain, mengucapkan terima kasih kepada Hasan Al-Banna atas dukungan untuk kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hasan Al Banna berpesan kepada pengikut-pengikutnya, ”Anda sekalian adalah ruh baru yang mengalir dalam jasad umat ini.” Dakwah dan jihad Hasan Al-Banna membuat kecut thaghut (penguasa yang lalim) yang hidup pada masa beliau. Tidak ada cara lain kecuali memusnahkan dakwah Hasan Al Banna. Tepat di depan kantor Organisasi Pemuda Islam yang didirikannya, Hasan-Al Banna ditembak. Sebagian pelaku membawa Hasan Al-Banna ke rumah sakit dan meminta kepada penjaga rumah sakit untuk membiarkannya tanpa penanganan medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai setelah dua jam tanpa pertolongan medis, Hasal Al-Banna meninggal dunia. Tahun itu tahun 1949 M. Hasan Al-Banna dishalatkan oleh ayahnya yang sudah sepuh dan 4 orang wanita. Begitulah Hasan Al-Banna yang hidup untuk Islam dan umat Islam. Meninggal akibat konspirasi yang menginginkan dakwahnya redup. Tetapi kematiannya tidak membuatnya mati. Dakwahnya tetap hidup dan namanya tetap harum. Pendukung gerakan dakwahnya semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah akan menjaga agama-Nya. Dia selalu mengutus pada setiap abad ulama yang akan mengembalikan Islam pada kemurnian dan kejayaannya. Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengutus pada umat ini pada setiap satu abad orang yang memperbarui urusan agamanya.” (Abu Dawud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi). -&lt;span class="postedby"&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/bugi/" title="Profil dari Mochamad Bugi"&gt;Mochamad Bugi&lt;/a&gt;-&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-6570010564358607040?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/6570010564358607040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/biografi-empat-pemimpin-dakwah-teladan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/6570010564358607040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/6570010564358607040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/biografi-empat-pemimpin-dakwah-teladan.html' title='Biografi Empat Pemimpin Dakwah Teladan'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-3887172525152936295</id><published>2010-03-10T08:00:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T08:02:02.401-08:00</updated><title type='text'>Taujih Ruhiyah: Obsesi pada Akhirat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali karena akhirat, tidak sedih kecuali karena akhirat. Tidak ridha kecuali karena akhirat. Tidak marah kecuali krn akhirat. Tidak bergerak, kecuali karena akhirat. Dan tidak berusaha kecuali krn akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang bisa seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Yaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tdk ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik itu berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Seluruh urusan lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberinya ketentraman dan kedamaian, mengumpulkan semua idenya, meminimalkan sifat lupanya, mengharmoniskan keluarganya, menambah jalinan kasih sayang antara dirinya dan pasangannya, merukunkan anak-anaknya, mendekatkan anak2 padanya, menyatukan sanak kerabat, menjauhkan konflik dari mereka, mengumpulkan hartanya, ia tidak pusing memikirkan bisnisnya yg tdk begitu baik, tidak bertindak spt orang bodoh, membuat hati manusia terarah padanya, siapapun mencintainya dan melancarkan urusan-urusan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kaya hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat yang paling agung adalah kaya hati, sebab Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih, yg artinya; “ Kekayaan hakiki bukan berarti harta melimpah. Tapi, kekayaan ialah kekayaan hati” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al Manawi berkata; maksudnya, kekayaan terpuji itu bukan banyak harta dan perabotan. Sebab banyak sekali orang dibuat kaya oleh Allah, namun kekayaannya yg banyak itu tidak bermanfaat baginya dan ia berambisi menambah kekayaannya, tanpa peduli dari mana sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seperti orang miskin, karena begitu kuat ambisinya. Orang ambisius itu miskin selama-lamanya. Tapi, kekayaan terpuji dan ideal menurut orang-orang sempurna adalah kekayaan hati.&lt;br /&gt;Di riwayat lain disebutkan kekayaan jiwa. Maksudnya, org yang punya kekayaan jiwa merasa tidak membutuhkan jatah rizkinya, menerimanya dengan lapang dada, dan ridha dengannya, tanpa memburu dan memintanya dengan menekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa dijaga jiwanya dari kerakusan, maka jiwanya tentram, agung, mendapatkan kebersihan, kemuliaan, dan pujian. Itu semua jauh lebih banyak ketimbang kekayaan yang diterima orang yg miskin hati. Kekayaan membuat org yg miskin hati terpuruk dalam hal-hal hina dan perbuatan-perbuatan murahan, karena kecilnya obsesi yang ia miliki. Akibatnya, ia menjadi org kerdil di mata orang, hina di jiwa mereka, dan menjadi orang paling hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang punya harta yang berlimpah, namun ia tidak qana’ah (merasa cukup) dengan rizki yang diberikan Allah SWT kpdnya, maka ia hidup terengah-engah spt binatang buas dan menjadikan hartanya sbg tuhan baru. Sungguh, ia orang miskin sejati, krn org miskin ialah orang yg selalu tidak punya harta dan senantiasa merasa membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, seseorang berkata kepada orang zuhud, Ibrahim bin Adham, lalu berkata, “saya ingin anda menerima jubah ini dariku.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau Anda kaya, saya mau menerima hadiah ini. Jika anda miskin, saya tdk mau menerimanya.” Orang itu berkata,”saya org kaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham berkata,”Anda punya jubah berapa?” Orang itu menjawab,”Dua ribu jubah.” Ibrahim bin Adham berkata,”Apakah Anda ingin punya empat ribu jubah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau begitu anda miskin (karena masih butuh jubah lebih banyak lagi). Saya tidak mau menerima hadiah jubah ini darimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dunia datang kepadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ia lari dari dunia, justru dunia mengejarnya dalam keadaan tunduk. Spt yg dikatan Ibnu Al-jauzi,” Dunia itu bayangan. Jika engkau berpaling dari bayangan, maka bayangan itu membuntutimu. Jika engkau memburu bayangan, maka bayangan menghindar darimu. Orang zuhud tidak menoleh kepada bayangan dan malah diikuti bayangan. Sedang org ambisius (rakus) tidak melihat bayangan setiapkali ia menoleh kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang orang yang dunia menjadi obsesinya, ia hanya memikirkan dunia, bekerja karenanya, peduli kepadanya, tidak bahagia kecuali karenanya, tidak berteman dan memusuhi orang karenanya. Akibatnya, ia dihukum Allah dengan tiga hukuman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Urusannya kacau&lt;br /&gt;Allah SWT mengacaukan semua urusannya. Hatinya menjadi gundah tidak tenang, pikirannya kacau, jiwanya guncang dan kalut dalam hal yg sepele. Allah SWT mengacaukan hartanya, mengacaukan anak-anak dan pasangannya. Allah SWT membuat manusia antipati kepadanya. Tidak ada seorngpun yang mencintainya sebab Allah SWT menentukannya dibenci orang di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu miskin&lt;br /&gt;Hukuman ini membuatnya selalu tidak puas, padahal memiliki harta banyak. Ia senantiasa merasa miskin. Dan itu menjadikannya lari hingga terengah-engah di belakang harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dunia lari darinya&lt;br /&gt;Dunia selalu lari darinya. Ia memburu dunia tapi malah dijauhi dan ia berlari dibelakangnya, persis seperti orang yang mengira fatamorgana itu air. Ketika ia tiba di fatamorgana, ia tidak mendapatkan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang membuat Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata, “Obsesi dunia itu kegelapan di hati, sedang obsesi kepada akhirat itu cahaya di hati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana karakteristik dari orang-orang yang terobsesi pada akhirat?&lt;br /&gt;Kita bisa mengukur dengan membandingkannya pada diri kita.&lt;br /&gt;Sebelumnya mengenai hal ini ada tiga kelompok orang dalam berobsesi thd akhirat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang lebih sibuk dengan akhirat daripada dunia.&lt;br /&gt;Mereka mebuat hidupnya didominasi oleh akhirat. Dunia hanya diletakkan digenggaman tangannya bukan di hatinya. è kelompok orang yang sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang lebih sibuk dengan dunia daripada dengan akhirat&lt;br /&gt;Mereka begitu cinta dunia hingga dunia menguasainya dan membuatnya lupa total kepada akhirat dan mereka juga tidak tahu bahwa dunia itu jembatan menuju akhirat. è kelompok orang yang celaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang sibuk dengan keduanya sekaligus.&lt;br /&gt;Mereka tidak ingin masuk pada kelompok pertama atau kedua, namun ingin mendapatkan sebagian karakteristik kelompok pertama dan sebagian kelompok kedua. è kelompok orang yang dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak ingin masuk ke dalam kelompok kedua dan ketiga, karenanya kita perlu mengetahui karakteristik kelompok pertama yaitu orang-orang yang sukses.&lt;br /&gt;Karakteristik dari kelompok pertama antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sedih karena akhirat&lt;br /&gt;Sedih karena akhirat membuat orang punya perasaan takut Allah Ta’ala meng-hisab dirinya pd Hari Kiamat, lalu ia meng-hisab dirinya sebelum ia dihisab kelak di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu mengadakan Muhasabah (evaluasi diri)&lt;br /&gt;Umar bin Khattab Ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan, bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu beramal utk akhirat&lt;br /&gt;Amal shalih bukan hanya shalat, puasa, membaca Al-qur’an dan dzikir, tapi amal shalih adalah apa saja yang dicintai Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Trenyuh melihat pemandangan kematian&lt;br /&gt;Seorang tabi’in Ibrahim An Nakhai berkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, karena kami tahu ada sesuatu (ajal) datang pada org tersebut, lalu membawanya ke surga atau neraka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pengingat bagi kita semua, bahwa sesungguhnya kehidupan ini adalah sarana untuk kembali kepada Allah, sekolah yang raportnya nanti akan dibagikan di akhirat. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita, selalu meluruskan niat kita hanya kepada Allah dan berdoa kepada memohon ketetapan iman di hati sampai pada hari penutup kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika” Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan hatiku tetap berada di atas agamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Taujih Ruhiyah, Al-Bilali, Abdul Hamid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-3887172525152936295?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/3887172525152936295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/taujih-ruhiyah-obsesi-pada-akhirat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/3887172525152936295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/3887172525152936295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/taujih-ruhiyah-obsesi-pada-akhirat.html' title='Taujih Ruhiyah: Obsesi pada Akhirat'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2831514494800585877.post-3100448496374507796</id><published>2010-03-10T06:52:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T07:09:05.806-08:00</updated><title type='text'>Agar Kita Tidak Merugi: Tadabbur Surat Al-’Ashr</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (Al-Ashr: 1-3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah ini termasuk golongan Makkiyah yang diturunkan sesudah surah Asy-Syarh dan terdiri dari tiga ayat. Sayyid Quthb memahami aspek i’jazul Qur’an yang ketara pada surah pendek ini yang memang merupakan keistimewaan Al-Qur’an. Sebagai contoh misalnya, irama surah ini menunjukkan satu keserasian dimana pada akhir setiap ayatnya ditutup dengan huruf “ra”. Susunan redaksinya juga indah; berawal dari yang terpendek hingga yang terpanjang. Hanya dalam tiga ayat, tergambar dengan gamblang manhaj dan rambu-rambu kehidupan manusia yang dikehendaki oleh Islam yang berlaku sepanjang zaman dan pada setiap generasi. Memang hanya ada satu manhaj dan jalan keselamatan dari kerugian seperti yang dirumuskan dalam surah ini, yaitu iman, amal shalih, saling menasehati dalam mentaati kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah ini diawali dengan sumpah. Sumpah Allah dengan salah satu makhluknya yang terpenting yang menentukan kehidupan manusia, yaitu waktu, baik seluruhnya maupun sebagiannya. Dalam satu “masa” terdapat beberapa keadaan; sakit dan sehat, suka dan duka, demikian seterusnya saling berpasangan. Bahkan dalam sebuah ‘waktu’ tersimpan segala jenis peristiwa dan kejadian. Karena keagungan waktu inilah maka Allah bersumpah dengannya. Dan memang Allah berhak bersumpah dengan apapun yang dikehendakinya dari seluruh makhlukNya, sedangkan manusia hanya boleh bersumpah dengan Allah dan nama-nama atau sifatNya yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak pemahaman para ulama tentang maksud ‘Al-Ashr’ yang menjadi sumpah Allah dalam surah ini. Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘Al-Ashr’ adalah waktu petang, karena pada waktu inilah berakhirnya segala aktifitas manusia, sehingga tinggal menghitung untung dan rugi dari apa yang telah dilakukannya semenjak pagi hingga waktu petang. Dalam konteks waktu, sebagian ulama menyimpulkan bahwa biasanya Allah bersumpah dengan waktu dhuha dalam konteks keberuntungan dan dengan waktu petang dalam konteks kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna lain dari kata ‘Al-Ashr’ yang masyhur adalah sholat Ashar. Shalat Ashar merupakan sholat yang utama dan diperintahkan khusus oleh Allah untuk dipelihara dan dijaga melalui firmanNya: “peliharalah oleh kalian shalat-shalat kalian dan shalat wushtho, yaitu sholat Ashar”. (2: 238). Bahkan Rasulullah bersabda mengagungkan shalat yang satu ini dalam salah satu haditsnya: “Barangsiapa yang tertinggal shalat Ashar, maka ia seolah-olah kehilangan keluarga dan hartanya”. Dalam riwayat lain dinyatakan: “maka sia-sialah semua amalnya”. (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Imam Ahmad). Disini Al-Biqa’i menemukan korelasi yang indah antara lafadz ‘insan’ yang merupakan sebaik-baik jenis makhluk Allah yang diciptakan dalam sebaik-baik kejadian (bentuk) dengan lafadz “Ashr” yang merupakan waktu pilihan, ibarat minuman jus yang dipilah dan diperas dari buah yang segar yang diistilahkan dalam bahasa Arab ‘Ashir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara redaksional, bentuk nakirah (indifinitive) pada lafaz “khusr” menunjukkan besarnya kerugian yang akan diderita oleh setiap manusia dan juga untuk menghinakan manusia yang menderita kerugian tesebut, karena kerugian itu meliputi kebinasaan diri dan usianya. Atau bentuk nakirah juga menunjukkan umumnya kerugian tersebut. Seperti yang dinyatakan oleh  Al-Alusi bahwa kerugian yang disebut oleh ayat bersifat umum mencakup segala jenis kerugian; duniawi maupun ukhrawi. Seperti kerugian dalam perniagaan, kerja-kerja manusia maupun pemanfaatan usia yang akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah swt. Apalagi bahwa pernyataan Allah tentang kerugian setiap manusia dalam ayat ini diperkuat dengan dua huruf ta’kid (penegasan), yaitu Inna yg berarti sesungguhnya dan La yg berarti benar-benar.&lt;br /&gt;Keumuman ayat kedua dapat difahami dari lafadz ‘insan’ yang didampingi oleh alif dan lam yang menunjukkan makna yang umum. Meskipun ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‘manusia’ pada ayat ini adalah segolongan orang kafir seperti Al-‘Ash bin Wa’il, Al-Walid bin Al-Mughirah dan Al-Aswad bin Abdul Muthalib bin Al-Asad, namun tetap umumnya lafadz lebih kuat daripada khususnya ayat yang terbatas pada mereka yang telah menerima kerugian. Sehingga siapapun tanpa terkecuali tidak akan bisa terlepas dari kerugian melainkan jika ia berpegang teguh dengan ajaran yang terkandung pada ayat terakhir surah ini, yaitu iman, amal shalih dan saling menasehati untuk menepati kebenaran serta saling menasehati dalam kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman dan amal shalih yang menjadi syarat pertama keluar dari kerugian merupakan dua hal yang saling terkait, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Artinya tidak berguna dan akan mati iman seseorang tanpa amal shalih, begitu sebaliknya sia-sialah amal shalih yang tidak berlandaskan iman. Dari iman berasal setiap cabang kebaikan dan dengannya terkait setiap buah kebaikan. Oleh karena itu, Al-Qur’an dengan tegas menghancurkan nilai seluruh amal perbuatan, selagi amal perbuatan itu tidak didasarkan pada iman yang menjadi pendorong dan penghubung dengan Sang Maha Wujud. “Dan orang-orang yg kafir, amal perbuatan mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yg datar, yg disangka air oleh orang yg dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tdk mendapatinya suatu apapun”.(AN-Nur: 39). Secara impelementatif, Iman adalah gerak dan amal, pembangunan dan pemakmuran menuju Allah. Ia bukan sesuatu yang pasif, layu dan bersembunyi di hati nurani. Juga bukan sekedar kumpulan niat yang baik yang tidak tercermin dalam bentuk perbuatan &amp;amp; gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang terakhir dan terpanjang dalam surah ini merupakan gambaran kepedulian seorang mukmin dengan saudaranya tentang kebaikan. Saling berpesan dalam kebenaran tentu sangat diperlukan, karena melaksanakan kebenaran itu butuh bantuan orang lain. Saling berpesan berarti mengingatkan, memberi dukungan, memotivasi dan menyadarkan. Dan seseorang tidak akan mungkin mampu melaksanakan kebenaran dan kebaikan yang sempurna secara personal, tanpa keterlibatan orang lain. Demikian juga saling berpesan dengan kesabaran sangat diperlukan karena akan bisa meningkatkan kemampuan, semangat dan perasaan kebersamaan. Apalagi dalam meyakini, menjalankan dan menyeru kebenaran tadi bisa jadi akan menghadapi hambatan, rintangan dan tantangan dalam beragam bentuknya. Dalam riwayat Al-Hakim disebutkan, “Kesabaran adalah setengah dari (realisasi) iman seseorang”. Disinilah urgensi kepedulian seorang mukmin dengan suadaranya dalam dua hal yang saling berkaitan; kebenaran dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik untuk dicermati mengenai tafsir surah ini adalah pendapat Al-Wahidi dalam kitab tafsirnya Al-Wajiz fi Tafsir Al-Kitab Al-Aziz. Beliau mengemukakan secara spesifik contoh mereka yang telah mendapat kerugian dan keberuntungan berdasarkan urutan dalam mushaf. Abu jahal merupakan representasi dari orang yang merugi. Abu Bakar merupakan sosok yang sesuai dengan implementasi iman. Umar bin Khattab mewakili orang-orang yang beramal shalih. Utsman bin Affan merupakan contoh nyata dari mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan Ali bin Abi Thalib identik dengan golongan yang saling menasehati dalam kesabaran. Lebih lanjut As-Syanqithi dalam tafsir ‘Adhwa’ul Bayan mengemukakan Mafhum mukhalafah dari setiap ajaran dalam surah ini; mafhum mukhalafah dari keberuntungan adalah kerugian, yaitu tdk beriman (kafir), tidak beramal atau beramal buruk, tidak berpesan dengan kebenaran atau berpesan tetapi dengan kebatilan serta tidak berpesan dengan kesabaran atau senantiasa berkeluh kesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh setiap kita mendambakan kesuksesan, keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Tidak ada jalan dan manhaj lain melainkan mengamalkan kandungan surah ini secara totalitas seperti yang pernah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah saw. Disebutkan bahwa tidaklah dua orang sahabat Rasulullah bertemu, melainkan salah seorang dari keduanya akan membacakan surah ini sebelum berpisah, kemudian saling mengucapkan salam dan saling berjanji serta berkomitmen untuk tetap berpegang teguh dengan iman dan beramal shalih, saling berjanji untuk senantiasa berpesan dengan kebenaran dan dengan kesabaran dalam menjalani kehidupan mereka. (Dr. Attabiq Luthfi, MA, dakwatuna.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2831514494800585877-3100448496374507796?l=akhi-hasbi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/feeds/3100448496374507796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/agar-kita-tidak-merugi-tadabbur-surat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/3100448496374507796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2831514494800585877/posts/default/3100448496374507796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akhi-hasbi.blogspot.com/2010/03/agar-kita-tidak-merugi-tadabbur-surat.html' title='Agar Kita Tidak Merugi: Tadabbur Surat Al-’Ashr'/><author><name>Hasbi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07519045732696381241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_PvT0NTVVfFk/SgOVxz9MRWI/AAAAAAAAAAU/mCkzfbzuipo/S220/fuji.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
